Lompat ke konten utama

PENGARUH PENAMBAHAN GLISEROL TERHADAP KARAKTERISTIK FILM CANGKANG KAPSUL BERBASIS CAMPURAN CARBOXYMETHYL CELLULOSE (CMC) TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) DAN CMC KOMERSIAL

Dytha, Ulyanni (2026) PENGARUH PENAMBAHAN GLISEROL TERHADAP KARAKTERISTIK FILM CANGKANG KAPSUL BERBASIS CAMPURAN CARBOXYMETHYL CELLULOSE (CMC) TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) DAN CMC KOMERSIAL. Diploma thesis, Politeknik LPP Yogyakarta.

[thumbnail of TA_DYTHA ULYANNI 2201024.pdf] Text
TA_DYTHA ULYANNI 2201024.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan limbah padat yang dihasilkan dari proses pengolahan kelapa sawit yang bisa dimanfaatkan secara optimal. TKKS memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan Carboxymethyl Cellulose (CMC).
CMC merupakan turunan selulosa yang berpotensi digunakan sebagai bahan pembentuk film karena bersifat biodegradable, mudah membentuk film, dan berasal dari sumber terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
penambahan gliserol sebagai plasticizer terhadap karakteristik fisik sediaan film cangkang kapsul berbasis CMC TKKS dan CMC komersial. Sintesis CMC TKKS dilakukan melalui proses alkalisasi dan karboksimetilasi, kemudian diformulasikan dengan perbandingan CMC TKKS dan CMC komersial sebesar 60:40. Formulasi ditambahkan karagenan sebanyak 0,5 g, kalsium klorida sebanyak 1,5 g, serta gliserol dengan variasi 1ml, 1,5ml, 2ml, dan 2,5ml. Film cangkang kapsul yang dihasilkan kemudian diuji karakteristik fisiknya meliputi kadar air, kadar abu, swelling index dan waktu hancur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air film berada pada rentang 9,18-12,92%, swelling index berkisar antara 583,941.022,24%, dan waktu hancur antara 7-15 menit. Variasi penambahan gliserol menunjukkan perubahan terhadap karakteristik fisik film dan secara visual membantu meningkatkan kelenturan film. Formulasi dengan penambahan gliserol 2 mL menunjukkan karakteristik yang relatif paling seimbang berdasarkan kadar air, kadar abu, waktu hancur, dan swelling index. Namun, formulasi tersebut belum dapat dinyatakan sebagai formulasi optimum karena nilai kadar abu masih melebihi batas persyaratan yang digunakan. Oleh karena itu, optimasi proses sintesis dan pemurnian CMC TKKS masih diperlukan untuk meningkatkan kualitas filmcangkang kapsul yang dihasilkan.

Kata kunci: Carboxymethyl Cellulose (CMC), Film Cangkang Kapsul, Gliserol, Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS), Karakteristik Fisik

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Carboxymethyl Cellulose (CMC), Film Cangkang Kapsul, Gliserol, Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS), Karakteristik Fisik
Subjects: 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 660 Teknik kimia > 660 Teknik kimia
Divisions: DIV Teknologi Rekayasa Kimia Industri
Depositing User: DYTHA ULYANNI
Date Deposited: 18 Sep 2026 08:54
Last Modified: 18 Sep 2026 08:54
URI: https://repository.polteklpp.ac.id/id/eprint/9416

Actions (login required)

View Item
View Item