Lompat ke konten utama

Pengaruh Asam Asetat Terhadap Fitotoksisitas Gulma Alang-alang (Imperata cylindrica L.) di Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.)

Irfan, Budi Anugrah (2026) Pengaruh Asam Asetat Terhadap Fitotoksisitas Gulma Alang-alang (Imperata cylindrica L.) di Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.). Diploma thesis, Politeknik LPP Yogyakarta.

[thumbnail of TA_Irfan Budi Anugrah_2205091.pdf] Text
TA_Irfan Budi Anugrah_2205091.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Pengendalian gulma pada perkebunan kelapa sawit umumnya masih menggunakan herbisida sintetis yang dapat menyebabkan resistensi gulma dan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan apabila digunakan secara terus-menerus. Salah satu alternatif pengendalian gulma yang lebih ramah lingkungan yaitu penggunaan herbisida berbahan dasar asam asetat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian herbisida asam asetat tingkat fitotoksisitas gulma alang-alang (Imperata cylindrica L.) di perkebunan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.). Penelitian dilaksanakan di Kebun Plasma Bumi Pratama Khatulistiwa (Wilmar), Desa Mega Timur, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat pada bulan Februari–Mei 2026. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 (tanpa perlakuan), P1 (asam asetat 25 ml/L), P2 (asam asetat 50 ml/L), P3 (asam asetat 75 ml/L), dan P4 (asam asetat 100 ml/L). Parameter yang diamati yaitu tingkat fitotoksisitas gulma alang-alang berdasarkan skor Truelove pada 2, 3, dan 4 minggu setelah aplikasi (MSA). Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan herbisida nabati asam asetat memberikan pengaruh sangat nyata terhadap tingkat fitotoksisitas gulma alang-alang pada pengamatan 2 MSA, 3 MSA, dan 4 MSA. Perlakuan P4 (asam asetat 100 ml/L) menunjukkan tingkat fitotoksisitas tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya, dengan nilai rata-rata fitotoksisitas sebesar 2,33 pada pengamatan 4 MSA. Sementara itu, perlakuan tanpa pemberian herbisida (P0) menunjukkan nilai fitotoksisitas terendah. Berdasarkan hasil tersebut, peningkatan konsentrasi asam asetat mampu meningkatkan fitotoksisitas pada gulma alang-alang.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 630 Pertanian > 634 Perkebunan, buah-buahan dan ilmu kehutanan
Divisions: DIV Pengelolaan Perkebunan
Depositing User: IRFAN BUDI ANUGRAH
Date Deposited: 16 Sep 2026 03:55
Last Modified: 16 Sep 2026 03:55
URI: https://repository.polteklpp.ac.id/id/eprint/9325

Actions (login required)

View Item
View Item