TUGAS AKHIR "OPTIMASI SUHU DAN WAKTU EKSTRAKSI SENYAWA HUMAT DARI AMPAS TEBU MENGGUNAKAN METODE HIDROTERMAL ALKALI"

Aminah, Aminah (2026) TUGAS AKHIR "OPTIMASI SUHU DAN WAKTU EKSTRAKSI SENYAWA HUMAT DARI AMPAS TEBU MENGGUNAKAN METODE HIDROTERMAL ALKALI". Final Report thesis, Politeknik LPP Yogyakarta.

[thumbnail of TA_Aminah_22010002.pdf] Text
TA_Aminah_22010002.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Ampas tebu merupakan limbah lignoselulosa yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi senyawa humat karena memiliki kandungan lignin yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen senyawa humat yang dihasilkan pada variasi suhu dan waktu ekstraksi menggunakan metode hidrotermal alkali, menentukan kondisi ekstraksi dengan rendemen tertinggi, serta mengevaluasi aplikasi senyawa humat terhadap pertumbuhan tanaman bayam hijau (Amaranthus sp.). Penelitian menggunakan ampas tebu berukuran partikel 60 mesh dengan larutan kalium hidroksida (KOH) 0,25 M. Variasi waktu ekstraksi yang digunakan yaitu 80, 120, 160, 200, dan 240 menit, sedangkan variasi suhu meliputi 120, 140, 160, 180, dan 200°C. Ampas tebu dianalisis kadar air dan kadar abu, sedangkan senyawa humat hasil ekstraksi dianalisis melalui uji kadar air, uji kelarutan dalam suasana asam dan basa, serta karakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Senyawa humat kemudian diaplikasikan pada tanaman bayam hijau dengan konsentrasi 0,2; 0,4; dan 0,6 g/100 mL air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen senyawa humat berbeda pada setiap kondisi ekstraksi yang diuji. Rendemen tertinggi diperoleh pada suhu 140°C dan waktu 80 menit sebesar 12,654%. Uji kelarutan menunjukkan produk larut dalam KOH dan mengendap setelah diasamkan hingga pH ±1, sedangkan hasil FTIR mengidentifikasi gugus fungsi O–H, C=O, C=C aromatik, dan C–O yang merupakan karakteristik senyawa humat. Aplikasi senyawa humat dengan konsentrasi 0,6 g/100 mL menghasilkan tinggi tanaman bayam hijau tertinggi, yaitu 7,5 cm pada hari ke-20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ampas tebu berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku alternatif produksi senyawa humat yang dapat diaplikasikan sebagai pembenah tanah.

Item Type: Thesis (Final Report)
Creators:
Creators
NIM/NIDN
Aminah, Aminah
22.01.002
Contributors:
Contribution
Contributors
NIDK/NIDN
Thesis advisor
Ir. Ratna, Sri Harjanti, S.T., M.Eng
0020027801
Thesis advisor
Muhammad, Khoirul Muslimin, S.T., M.Eng
9445773674130223
Thesis advisor
Anugrah, Perdana Rahmanta., S.T., M.Eng
0017037301
Corporate Creators: Politeknik LPP Yogyakarta
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: ampas tebu, hidrotermal alkali, senyawa humat, bayam hijau
Subjects: 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 660 Teknik kimia > 660 Teknik kimia
Thesis Strata: Diploma IV
Divisions: DIV Teknologi Rekayasa Kimia Industri
Depositing User: Aminah
Date Deposited: 10 Aug 2026 05:14
Last Modified: 10 Aug 2026 05:14
URI: https://repository.polteklpp.ac.id/id/eprint/8773

Actions (login required)

View Item
View Item