PENGARUH VARIASI WAKTU ALKALISASI TERHADAP KARAKTERISTIK CARBOXYMETHYL CELLULOSE (CMC) DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT SEBAGAI KANDIDAT BAHAN BAKU CANGKANG KAPSUL

Linda, Syafitri (2026) PENGARUH VARIASI WAKTU ALKALISASI TERHADAP KARAKTERISTIK CARBOXYMETHYL CELLULOSE (CMC) DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT SEBAGAI KANDIDAT BAHAN BAKU CANGKANG KAPSUL. Final Report thesis, Politeknik LPP Yogyakarta.

[thumbnail of TA_Linda Syafitri_2201035.pdf] Text
TA_Linda Syafitri_2201035.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Industri kelapa sawit Indonesia menghasilkan limbah tandan kosong kelapa
sawit (TKKS) dalam jumlah besar yang belum termanfaatkan secara optimal.
TKKS diperoleh nilai indeks α-selulosa sebesar 4,5083 yang berpotensi diolah
menjadi Carboxymethyl Cellulose (CMC) polimer selulosa termodifikasi yang
bersifat tidak toksik, dapat terurai secara hayati, dan larut dalam air. CMC dari
sumber nabati menjadi alternatif strategis penggantik gelatin hewani dalam
pembuatan cangkang kapsul farmasi non-gelatin yang halal. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis karakteristik CMC yang disintesis dari α-selulosa TKKS
berdasarkan parameter pH, viskositas, kemurniaan, derajat substitusi (DS), dan
gugus fungsi FTIR. Serta menentukn waktu alkalisasi optimum berdasarkan
kesesuaiannya dengan SNI 06-3726-1995. Sintesis CMC dilakukan melalui
alkalisasi menggunakan NaOH 15% dengan variasi waktu 60,80,100, dan 120
menit, dilanjutkan karboksimetilasi menggunakan trikloroasetat (TCA) 30%
selama 3 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa waktu alkalisasi
berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter yang diuji. Kondisi optimum
diperoleh pada waktu alkalisasi 100 menit, yang menghasilkan CMC dengan pH
8,68, viskositas 11,80 cP, derajat substitusi 0,80 dan kemurnian 97,13%. Pemilihan
100 menit sebagai kondisi optimum didasarkan pada evaluasi multi-parameter,
Dimana nilai DS dan viskositas tertinggi dicapai pada variasi tersebut meskipun
kemurnian sedikit lebih rendah dibandingkan variasi 60 dan 80 menit. Analisis
FTIR mengkonfirmasi keberhasilan sintesis melalui munculnya puncak serapan
gugus karboksil (-COO-) pada 1600 cm-1 dan 1420 cm-1. Karakteristik CMC TKKS
yang dihasilkan terutama nilai DS 0,80 yang berada dalam rentang film-forming
agent untuk kapsul (0,6–1,0) mengindikasikan potensi awal sebagai kandidat bahan
baku cangkang kapsul non-gelatin, meskipun diperlukan penelitian lanjutan berupa
uji pembentukan film dan uji disolusi untuk konfirmasi kelayakan aplikasinya

Item Type: Thesis (Final Report)
Creators:
Creators
NIM/NIDN
Linda, Syafitri
22.01.035
Contributors:
Contribution
Contributors
NIDK/NIDN
Thesis advisor
Ir.Ratna, Sri Harjanti, S.T., M.Eng.
0020027801
Thesis advisor
Anugrah, Perdana Rahmanta, S.T., M.Eng.
0017037301
Thesis advisor
Muhammad, Khoirul Muslimin, S.T., M.Eng.
9445773674130223
Uncontrolled Keywords: TKKS, Carboxymethyl cellulose (CMC), Alkalisasi, SNI 06-3726- 1995
Subjects: 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 660 Teknik kimia > 660 Teknik kimia
Thesis Strata: Diploma IV
Depositing User: LINDA SYAFITRI
Date Deposited: 07 Aug 2026 03:48
Last Modified: 07 Aug 2026 03:48
URI: https://repository.polteklpp.ac.id/id/eprint/8746

Actions (login required)

View Item
View Item