Sawaluddin, Hidayat (2026) PENGARUH FREKUENSI PENYIRAMAN DAN VOLUME AIR TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) TANPA NAUNGAN FASE PRE NURSERY. Final Report thesis, Politeknik LPP Yogyakarta.
TA_Sawaluddin Hidayat_2205099.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (1MB) | Request a copy
Abstract
Fase pre-nursery merupakan tahap kritis dalam pembibitan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) karena bibit sangat rentan terhadap cekaman ketersediaan air, terutama pada kondisi tanpa naungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh frekuensi penyiraman, volume air, dan interaksi keduanya terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit fase pre-nursery tanpa naungan. Penelitian dilaksanakan di Pasar Ujung Batu, Kecamatan Sosa, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara (1°02'11,3" LU; 99°53'55" BT; ±100 m dpl) pada bulan Februari–Mei 2026, menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan dua faktor, yaitu frekuensi penyiraman (F0 = 2 kali/hari, F1 = 1 kali/hari,
F2 = 3 kali/hari) dan volume air (V0 = 150 ml, V1 = 100 ml, V2 = 200 ml, V3 = 250 ml), masing-masing diulang 4 kali sehingga terdapat 48 unit percobaan dan 96 bibit varietas DxP Simalungun (PPKS). Parameter yang diamati meliputi tinggi bibit, diameter batang, jumlah daun, panjang akar, serta berat segar dan kering tajuk dan akar; data dianalisis menggunakan ANOVA dan diuji lanjut dengan DMRT
pada taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi penyiraman tidak berpengaruh nyata terhadap berat segar dan berat kering akar (p < 0,05), dengan perlakuan F1 (1 kali/hari). Volume air berpengaruh nyata terhadap jumlah daun,
tertinggi pada perlakuan V0 (150 ml, volume kontrol). Interaksi frekuensi × volume tidak berpengaruh signifikam terhadap tinggi bibit, diameter batang, jumlah daun,
panjang akar, berat segar akar, berat kering akar, berat segar tajuk, dan berat kering tajuk, yang diduga berkaitan dengan curah hujan yang tinggi selama penelitian (153-184 mm/bulan) sehingga menambah pasokan air di luar perlakuan yang diberikan. Kombinasi F1V0 (1 kali/hari, 150 ml) merupakan kandidat perlakuan terbaik karena menggabungkan taraf frekuensi terbaik untuk kualitas akar dengan taraf volume terbaik untuk jumlah daun, sedangkan F1V1 (1 kali/hari, 100 ml) merupakan alternatif yang lebih hemat air dengan tetap mempertahankan kualitas akar yang baik, meskipun jumlah daun yang dihasilkan kemungkinan sedikit lebih rendah. Penelitian ini merekomendasikan agar frekuensi penyiraman standar (2 kali/hari) dikurangi menjadi 1 kali/hari pada kondisi curah hujan tinggi, serta agar
pengelolaan air pembibitan kelapa sawit disesuaikan dengan kondisi curah hujan setempat untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air tanpa mengurangi kualitas
bibit yang dihasilkan.
Kata kunci: kelapa sawit, pre-nursery, frekuensi penyiraman, volume air, tanpa naungan.
| Item Type: | Thesis (Final Report) |
|---|---|
| Creators: | Creators NIM/NIDN Sawaluddin, Hidayat 22.05.099 |
| Contributors: | Contribution Contributors NIDK/NIDN Thesis advisor Ir., Susilawardani, M.P 0509066401 Thesis advisor Azhari, Rizal, S.Tr., M.M.A 0505129301 Thesis advisor Hartini, Hartini, S.P. M.Sc 0516097901 |
| Corporate Creators: | Perpustakaan Politeknik LPP Yogyakarta |
| Uncontrolled Keywords: | kelapa sawit, pre-nursery, frekuensi penyiraman, volume air, tanpa naungan. |
| Subjects: | 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 630 Pertanian > 634 Perkebunan, buah-buahan dan ilmu kehutanan |
| Thesis Strata: | Diploma IV |
| Divisions: | DIV Pengelolaan Perkebunan |
| Depositing User: | SAWALUDDIN HIDAYAT |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 02:27 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 02:27 |
| URI: | https://repository.polteklpp.ac.id/id/eprint/8719 |

