Efisiensi Waktu Pembuatan Lubang Tanam Pembibitan Kelapa sawit Menggunakan BOR-NURSEY Guna Mendukung Percepatan Operasional Lapangan Di PT Gading Tirta Mandiri Kebun Karyamas Plantation, Kenepai Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat

Satriawan, Dimas (2026) Efisiensi Waktu Pembuatan Lubang Tanam Pembibitan Kelapa sawit Menggunakan BOR-NURSEY Guna Mendukung Percepatan Operasional Lapangan Di PT Gading Tirta Mandiri Kebun Karyamas Plantation, Kenepai Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Final Report thesis, Politeknik Lpp Yogyakarta.

[thumbnail of Tugas Akhir_Dimas satriawan_2304057.pdf] Text
Tugas Akhir_Dimas satriawan_2304057.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditi perkebunan yang mempunyai kontribusi besar kepada devisa negara. Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo yang mengatakan bahwa perkebunan menjadi subsektor yang berkontribusi paling besar terhadap total ekspor pertanian. Sebesar 96,86 % dari total nilai ekspor pertanian berasal dari komoditas perkebunan terutama kelapa sawit dengan share sebesar 73,83 % atau berhasil menyumbangkan sebesar 3,50 % terhadap total Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tahun 2021 merupakan tahun dimana eskpor minyak kelapa sawit (Cruide Oil Palm dan turunannya) mengalami kenaikan paling tinggi selama kurun waktu 5 tahun terakhir sebesar US$ 27,6 miliar dengan pertumbuhan sebesar 58,79 % dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut menjadi salah satu bukti kontribusi penting kelapa sawit tehadap tulang punggung perekonomian Indonesia dalam masa pemulihan ekonomi pasca pandemi covid-19.
Pembuatan lubang tanam merupakan salah satu tahapan penting dalam proses budidaya maupun pembibitan kelapa sawit, karena ukuran dan kedalaman lubang yang sesuai berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan optimal tanaman. Berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Manajemen Pembibitan yang diterbitkan oleh SPKS, proses transplanting bibit dari polybag kecil ke polybag besar dilakukan dengan terlebih dahulu menyiram tanah pada polybag besar hingga jenuh air sehari sebelum proses transplanting, kemudian lubang dibuat di tengah polybag menggunakan alat pelubang yang sudah dipersiapkan, dengan kedalaman sekitar 20 cm atau disesuaikan dengan tinggi tanah di polybag kecil. Standar kedalaman 20 cm ini menjadi acuan penting yang mendasari spesifikasi teknis pada pengembangan alat Bor-Nursery dalam penelitian ini. Politeknik jambi.(2025)

Item Type: Thesis (Final Report)
Creators:
Creators
NIM/NIDN
Satriawan, Dimas
23.04.057
Contributors:
Contribution
Contributors
NIDK/NIDN
Thesis advisor
Saktiyono, Sigit Tri Pamungkas, S.P,M.P
0501108601
Thesis advisor
Pantja, Siwi VR Ingesti
0008036301
Corporate Creators: PT.Gading Tirta Mandiri Karyamas Plantation
Uncontrolled Keywords: SCI,BOR,NURSERY
Subjects: 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 630 Pertanian > 634 Perkebunan, buah-buahan dan ilmu kehutanan
Thesis Strata: Diploma III
Divisions: DIII Budidaya Tanaman Perkebunan
Depositing User: Efisiensi DIMAS SATRIAWAN Satriawan
Date Deposited: 23 Jul 2026 06:27
Last Modified: 23 Jul 2026 06:27
URI: https://repository.polteklpp.ac.id/id/eprint/8392

Actions (login required)

View Item
View Item