TUGAS AKHIR ANALISIS USAHATANI KAKAO TUMPANG SARI DI DESA NGLANGGERAN,KAPANEWON PATUK,KABUPATEN GUNUNG KIDUL

Varyan, Muhammad (2026) TUGAS AKHIR ANALISIS USAHATANI KAKAO TUMPANG SARI DI DESA NGLANGGERAN,KAPANEWON PATUK,KABUPATEN GUNUNG KIDUL. Final Report thesis, Politeknik LPP Yogyakarta.

[thumbnail of TA_Varyan Muhammad_2405075.pdf] Text
TA_Varyan Muhammad_2405075.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan,
serta kelayakan usahatani kakao dengan sistem tumpang sari dan tanpa tumpang sari
di Desa Nglanggeran, Kabupaten Gunung Kidul. Penelitian ini dilakukan karena
adanya penurunan produksi kakao di wilayah tersebut, sehingga diperlukan sistem
budidaya yang lebih optimal untuk meningkatkan pendapatan petani. Salah satu
alternatif yang dapat diterapkan adalah sistem tumpang sari yang mampu
memanfaatkan lahan secara lebih efisien serta menambah sumber pendapatan dari
tanaman lain. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan
jumlah sampel sebanyak 30 petani, terdiri dari 15 petani sistem tumpang sari dan 15
petani tanpa tumpang sari. Data dianalisis menggunakan perhitungan biaya,
penerimaan, pendapatan, dan R/C Ratio, serta diuji menggunakan Independent
Sample T-Test pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa rata-rata biaya produksi pada sistem tumpang sari sebesar Rp 4.901.149 per
hektar per tahun, lebih tinggi dibandingkan tanpa tumpang sari sebesar Rp 4.500.828.
Namun, hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata
pada biaya produksi (p-value = 0,079 > 0,05). Rata-rata penerimaan pada sistem
tumpang sari sebesar Rp 37.517.808, lebih tinggi dibandingkan tanpa tumpang sari
sebesar Rp 31.801.317, dan berbeda nyata secara statistik (p-value = 0,038 < 0,05).
Rata-rata pendapatan pada sistem tumpang sari sebesar Rp 32.617.499, lebih tinggi
dibandingkan tanpa tumpang sari sebesar Rp 27.300.489, serta berbeda nyata (p-value
= 0,035 < 0,05). Nilai R/C Ratio pada sistem tumpang sari sebesar 7,65 dan tanpa
tumpang sari sebesar 7,07, yang menunjukkan bahwa kedua sistem usahatani layak
diusahakan (R/C > 1). Namun, sistem tumpang sari memberikan keuntungan yang
lebih tinggi dibandingkan sistem tanpa tumpang sari.
Kata kunci: kakao, tumpang sari, biaya produksi, pendapatan, R/C Ratio.

Item Type: Thesis (Final Report)
Creators:
Creators
NIM/NIDN
Varyan, Muhammad
2405075
Contributors:
Contribution
Contributors
NIDK/NIDN
Thesis advisor
Dr. Anna, Kusumawati, S.P., M.Sc
0505048602
Thesis advisor
Sutan, Tarmizi Lubis, S.P., M.Sc.
5457772673130303
UNSPECIFIED
Bahrul, Ulum, S.P., M.Sc.
1939775676130240
Corporate Creators: DESA NGLANGGERAN,KAPANEWON PATUK,KABUPATEN GUNUNG KIDUL
Subjects: 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 630 Pertanian > 633 Tanaman persawahan dan perkebunan
Thesis Strata: Diploma IV
Divisions: DIV Pengelolaan Perkebunan
Depositing User: VARYAN MUHAMMAD
Date Deposited: 10 Mar 2026 07:33
Last Modified: 10 Mar 2026 07:33
URI: https://repository.polteklpp.ac.id/id/eprint/8191

Actions (login required)

View Item
View Item