Arleano, Renatha (2025) LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN II TEKNIS BUDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis Guineensis Jacq) KEBUN PULU RAJA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV REGIONAL II, KECAMATAN PULAU RAKYAT, KABUPATEN ASAHAN, SUMATERA UTARA. Internship report II thesis, Politeknik LPP Yogyakarta.
ALEN_PKL_ ACC.pix.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (3MB)
Abstract
Kebun Pulu Raja merupakan unit usaha di bawah PTPN IV Regional II yang memiliki sejarah panjang sejak masa kolonial dan dinasionalisasi pada 1950-an. Dilengkapi dengan Pabrik Kelapa Sawit (PKS), kebun ini memproses hasil dari afdeling sekitarnya. Topografi lahan yang bervariasi—datar hingga bergelombang—dengan jenis tanah regosol dan podzolik sangat mendukung pertumbuhan kelapa sawit. Infrastruktur seperti jalan kebun, parit, dan sistem drainase tersedia untuk menunjang operasional dan pengelolaan lingkungan. Dari sisi produksi, beberapa afdeling menunjukkan hasil panen yang baik, meskipun terdapat kendala seperti gulma dan penumpukan TBS yang kurang tertata. Manajemen kebun terus melakukan perbaikan melalui program replanting, penerapan SOP, dan arahan teknis dari pengelola. Selain aspek teknis, kebun juga menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan melalui sertifikasi RSPO, audiensi masyarakat, dan penghargaan budaya kerja.
Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah serangan hama ulat api (Setothosea asigna dan Setora nitens), yang merupakan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) utama pada kelapa sawit. Serangan ini dapat menurunkan kemampuan fotosintesis dan produktivitas tanaman secara signifikan. Berdasarkan data dari kebun lain di Regional II, tingkat serangan ulat api dapat mencapai 43,47% dengan intensitas 19,86% pada tanaman belum menghasilkan. Pengendalian seperti fogging insektisida terbukti efektif, sehingga Kebun Pulu Raja perlu menerapkan strategi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) secara intensif.
PHT mencakup pendekatan biologis, mekanis, dan kimiawi. Pendekatan biologis melibatkan musuh alami seperti burung pemakan ulat, parasitoid Brachymeria lasus, predator Sycanus dichotomus, serta bioinsektisida Bacillus thuringiensis. Pendekatan mekanis meliputi pemantauan rutin, pemusnahan telur dan larva, serta pemasangan lampu perangkap. Sementara pendekatan kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif melalui metode fogging atau mist blower, dengan memperhatikan ambang batas ekonomi, keselamatan kerja, dan rotasi bahan aktif. Manajemen terpadu juga mencakup penetapan titik pengamatan di tiap afdeling dan pelibatan pekerja dalam pelaporan cepat. Dengan strategi ini, Kebun Pulu Raja diharapkan mampu menekan risiko kerugian akibat serangan ulat api dan menjaga keberlanjutan produktivitas kebun dalam jangka panjang.
| Item Type: | Thesis (Internship report II) |
|---|---|
| Creators: | Creators NIM/NIDN Arleano, Renatha 23.04.008 |
| Contributors: | Contribution Contributors NIDK/NIDN Thesis advisor Saktiyono, Sigit Tri Pamungkas, SP., MP 0501108601 |
| Corporate Creators: | PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV REGIONAL II, Kebun Pulu Raja, KECAMATAN PULAU RAKYAT, KABUPATEN ASAHAN, SUMATERA UTARA |
| Uncontrolled Keywords: | Kelapa Sawit, Budidaya, Teknis |
| Subjects: | 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 630 Pertanian > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan |
| Thesis Strata: | Diploma III |
| Divisions: | DIII Budidaya Tanaman Perkebunan |
| Depositing User: | ARLEANO RENATHA |
| Date Deposited: | 20 Oct 2025 03:19 |
| Last Modified: | 20 Oct 2025 03:19 |
| URI: | https://repository.polteklpp.ac.id/id/eprint/7726 |

